Kamis, 15 September 2016

MEMULAI USAHA MENJAHIT (TAYLOR) 2


Jika Anda ingin membuka sebuah usaha yang bergelut di bidang jahit-menjahit, namun menemui rintangan pada saat ingin memulainya, ada beberapa saran yang harus Anda perhatikan sebelum benar-benar memulainya. Ingin tahu apa saja sarannya? Ini dia:

Latih kemampuan menjahit

Sebagai seorang penjahit, tentunya diharuskan memiliki skill dan kemampuan yang handal demi mengembangkan usaha jahit Anda. Langkah awal sebelum membuka usaha jahit di rumah adalah dengan serius mengikuti program pelatihan menjahit dan terus mengembangkan kemampuan agar lebih bervariasi. Tujuannya selain memberikan jahitan yang berkualitas, Anda juga memudahkan pelanggan yang akan menggunakan jasa Anda.

Penjahit yang baik selalu bisa memenuhi permintaan dan kebutuhan pelanggannya.  Anda bisa memilih di antara pelayanan dalam menjahit yang ada, pilih salah satu yang cocok dan bisa dilakukan dengan menyesuaikan kemampuan Anda, misalnya membuat jahitan kemeja sarimbit atau pasangan. Penawaran seperti itu akan bisa membuat pelanggan merasa yakin jika ingin menjahitkan baju pasangan tersebut kepada Anda yang memang ahli di bidang tersebut.

Peralatan

Jika sudah memutuskan jenis jahitan mana yang menjadi andalan untuk Anda kerjakan, langkah selanjutnya adalah mempersiapkan peralatan yang dibutuhkan untuk modal awal. Peralatan untuk membuka usaha jahit di rumah tentu saja mesin jahit beserta perangkat pendukungnya. Kelompokkan alat mana saja yang sudah Anda miliki, dengan begitu akan memudahkan pembelian alat lain yang masih dibutuhkan.

Lisensi

Anda bisa melakukan pengecekan di departemen atau kantor terkait mengenai lisensi yang mungkin dibutuhkan ataupun mengenai besaran pajak yang diharuskan apabila membuka sebuah usaha, di rumah misalnya. Hal ini penting dilakukan mengingat Anda masih baru di dunia bisnis, dan hal ini akan menjadi langkah baik untuk berjaga-jaga jika di masa depan terdapat hal-hal yang di luar kendali.

Dengan payung hukum dan legalisasi yang sudah ada di tangan, Anda bisa menghandel semuanya. Pertimbangkan pula berapa banyak biaya yang dibutuhkan untuk memuluskan lisensi itu, karena bisa jadi uang yang Anda siapkan belum cukup untuk menutupi semua pengeluaran di awal saat memulai usaha.

Alokasi waktu

Hal  penting  lain yang harus dipikirkan di awal saat membuka usaha adalah adanya alokasi waktu yang harus disisihkan untuk memulai bisnis jahit di rumah. Anda tidak selalu harus melakukan semua pekerjaan seorang diri dan full time. Putuskan saja ingin memulai usaha jahit seperti apa. Jika dilakukan secara full time, maka Anda hanya harus berfokus pada usaha jahit Anda.

Otomatis untuk sementara waktu tidak memerlukan karyawan untuk membantu menjahit. Namun, jika hanya ingin mengerjakannya paruh waktu disela-sela kesibukan yang lain, maka mempekerjakan beberapa karyawan yang nantinya bisa meneruskan pekerjaan Anda setelah setengah hari merupakan solusi yang baik. Karyawan ini bisa terus dipekerjakan selanjutnya sebagai partner yang dari awal sudah mengerti mengenai konsep dan sistem kerja di tempat usaha jahit Anda.

Buat range harga

Dalam sebuah usaha apalagi usaha rumahan, pastinya diperlukan perjuangan yang lebih keras untuk bisa terus bertahan. Hal lain yang harus dipersiapkan adalah mengenai range harga. Harga yang Anda patok bisa beragam, sesuai dengan kebutuhan dan mudah sulitnya sebuah jahitan. Anda bisa melakukan investigasi dan observasi ke tempa-tempat usaha jahitan sekitar untuk menentukan berapa kira-kira patokan harga wajar yang bisa ditetapkan.

Namun jika sulit untuk melakukan observasi langsung ke tempat-tempat usaha lain, Anda bisa langsung menengok ke pameran-pameran busana yang banyak diadakan di pusat-pusat perbelanjaan atau hall. Disana Anda bisa melihat bagaimana pakaian-pakaian dijual dengan harga yang menarik.

Dengan begitu, Anda bisa mempelajari dan menghitung sendiri berapa harga yang harus dipatok. Cara lain yang lebih mudah adalah dengan bertanya kepada rekan atau kolega Anda mengenai harga-harga yang pantas untuk dipasang di produk yang Anda jual. Biasanya saran dari teman dan kenalan bisa membantu menemukan inspirasi yang baik.

Buat ruang

Walaupun usaha jahit dilakukan di rumah, bukan berarti semua bisa dikerjakan asal-asalan dan sembarang tempat. Anda harus mencari tempat kosong yang memungkinkn untuk disulap menjadi ruang kerja sederhana yang memungkinkan Anda untuk melakukan pekerjaan awal sebagai pengusaha jahit.

Pastikan tempat yang akan dipakai sebagai tempat usaha adalah ruang bebas yang tidak sibuk dengan lalu lalang orang-orang atau keluarga. Di tempat tersebut, Anda bisa menempatkan semua peralatan dan kebutuhan sebagai seorang penjahit. Tempat alternatif yang bisa dipakai adalah garasi.

Garasi bisa Anda jadikan alternatif yang membuat Anda selalu bisa santai dalam bekerja. Letakkan semua peralatan di tempat yang selalu bisa dijangkau di sekitar Anda. Persiapkan semua di awal, dan jangan meremehkan pekerjaan.

Rencana

Dalam semua usaha pasti memerlukan rencana. Baik itu rencana awal, rencana pemasaran ataupun rencana ekspansi. Ada banyak hal yang bisa dilakukan jika ingin melakukan pemasaran usaha dengan tepat, di antaranya adalah membuat website. Pemasaran melalui web atau internet terbukti ampuh untuk menarik pelanggan, karena dengan zaman yang serba teknologi, orang-orang pun lebih suka mengakses info dari internet.

Rencanakan bagaimana cara pemasaran dan konsep Anda di internet. setelah di pasanag, Anda hanya harus menunggu iklan tersebut dibaca dan direspon. Cara lain yaitu dengan meminta izin pada toko atau tempat bisnis di sekitar untuk membolehkan memasang iklan dan kartu nama di toko mereka.

Pastikan toko tersebut adalah tempat bisnis yang sudah memiliki nama, sehingga akan banyak orang yang datang melihat promo Anda. Cara lain yang lebih komesial yaitu dengan memasang iklan di koran atau radio. Melalui media ini, Anda bisa terus memperluas  wilayah manusia yang tahu usaha Anda.

Persiapkan rekening

Jikapun sudah memiliki rekening yang biasa dipakai sehari hari, ada baiknya Anda membuka rekening baru yang khusus dipakai dalam bisnis. Ini akan memudahkan untuk menghitung pemasukan, keuntungan dan kerugian jika mungkin. Rekening tambahan juga akan memudahkan proses transaksi tanpa tercampur dengan keperluan pribadi dan pemasukan di rekening lain.

Pembukuan

Anda harus pastikan selalu membuat pembukuan dan rekap pemasukan dan pengeluaran yang Anda terima. Hal ini akan semakin memperjelas berapa pendapatan, keuntungan, hingga mempermudah penghitungan pajak, tagihan, ataupun gaji karyawan jika Anda memilikinya.

Usaha dalam bisnis jahit itu mudah, asalkan Anda menerapkan beragam tips dan petunjuk di atas. Karena pada dasarnya semua bisnis yang tampak sulit dilakukan, jika kita mengetahui kunci suksesnya, maka semua hal menjadi mungkin diraih. Yang harus Anda ingat adalah selalu kedepankan pelayanan yang ramah, tulus dan kualitas produk yang dapat dipercaya. Hal itu akan semakin memuluskan jalan Anda menuju kesuksesan.

Sabtu, 03 September 2016

MEMULAI USAHA MENJAHIT (TAYLOR)

Meski sekarang sudah banyak produksi pakaian jadi, tetapi jasa jahitan tetap dibutuhkan konsumen. Mengapa demikian? Karena ada beberapa risiko pembelian baju jadi yang biasanya diterima oleh pembeli, antara lain:

Pakaian jadi biasanya dibuat dengan ukuran standar (S, M, L, dan XL). Meski model dan bahannya cukup bervariasi dan harganya pun lebih murah dibandingkan memakai jasa penjahit, tetapi tidak semua pakaian jadi pas dikenakan oleh konsumen. Terutama bagi orang-orang memiliki postur tubuh berbeda dengan standar orang pada umumnya, seperti terlalu kecil atau terlalu gemuk. Jasa jahitan akan tetap diburu oleh orang seperti ini.

Ada model dan bahan baju tertentu yang lebih enak kalau dipakai dari hasil jahitan biasa, daripada dalam bentuk pakaian jadi yang diproduksi pabrik. Misalnya pakaian adat, bahan brukat, kain tenun, dan lain-lain.

Contoh lainnya seperti pakaian jas, meski banyak ditemui di pasaran, tetapi kebanyakan ukurannya untuk orang dewasa yang tubuh standar.

Memulai Usaha

Beberapa tahap yang harus dilalui untuk memulai usaha menjahit, adalah sebagai berikut.

vMengasah skill di bidang jahit-menjahit. Sekarang banyak dibuka kursus menjahit dari tingkat dasar, menengah, lanjutan, hingga mahir. Bahkan untuk menjadi desainer pun ada sekolah khusus. Bila perlu, lengkapi terus skill dan keterampilan Anda dengan pengetahuan yang berkaitan dengan dunia menjahit, seperti kursus menyulam (sulam pita, sulam benang, payet, dan lain-lain). Dengan demikian, akan banyak variasi dan desain yang bisa Anda hasilkan.

vMenyiapkan alat, seperti mesin jahit, mesin obras (bila dana terbatas, untuk sementara bisa mengobras di tempat lain), gunting, meteran, penggaris, jarum, dan benang.

vMencari tempat usaha. Berbeda dengan usaha lain yang bisa dipasarkan dengan direct selling, untuk membuka jasa jahitan akan lebih baik bila mangkal di suatu tempat agar konsumen mudah mendatangi tempat tersebut. Memang, untuk mencari orderan bisa dari mulut ke mulut atau lewat teman-teman dekat, tetapi produksi tetap harus mangkal di suatu tempat. Cari tempat usaha yang jauh dari toko yang menjual pakaian jadi. Namun, kalau dekat toko bahan tidak masalah, mungkin malah bisa menarik konsumen dari pembeli bahan di sana.

vBuat papan nama besar atau mencolok di depan toko agar mudah dikenali.

Hambatan Usaha

Satu hal yang ditakutkan oleh pengusaha jasa apa pun, termasuk usaha jahitan baju, adalah ditinggalkan pelanggan. Banyak faktor mengapa seorang pengusaha jasa ditinggalkan oleh pelanggannya, bisa faktor dari dalam pengusaha itu sendiri (seperti kurang ramah, tidak tepat waktu, dan sebagainya) atau karena faktor luar (pesaing).

Bagi pengusaha jasa jahitan baju, pesaing terberatnya adalah industri pakaian jadi yang menawarkan harga relatif murah. Hanya dengan Rp 50-100 ribu, konsumen bisa langsung mengenakan baju yang mereka inginkan. Sementara untuk menjahit baju, seorang konsumen harus membeli bahan dan menunggu beberapa waktu di tukang jahit langganan mereka. Biaya pun kadang lebih dari Rp 100 ribu.

Strategi Usaha

Untuk mampu bertahan dan bersaing dengan produk pakaian jadi memang bukan hal mudah, namun pengusaha jasa jahitan baju harus terus berinovasi agar tetap menghasilkan keuntungan, berikut cara inovasi yang dapat dilakukan untuk bertahan dalam persaingan.

*Memberikan servis memuaskan.

*Tepat waktu. Kalau terpaksa telat sedang pelanggan sudah mengeluarkan biaya untuk transportasi, ada baiknya penjahit siap mengganti uang transport tersebut.

*Memberi kesempatan fitting. Bila ada kekurangan (kebesaran atau kekecilan, ada yang terasa tidak nyaman di bagian tertentu) penjahit harus bersedia memperbaiki.

*Memberi usulan desain baju. Tidak semua orang yang menjahitkan bajunya 'melek' mode. Kelebihan Anda dalam memberi pilihan model baju bisa menarik pelanggan untuk memakai jasa jahit Anda.

vSelalu belajar dan menambah kemampuan jahitnya.

vMelengkapi papan nama dengan kelebihan Anda. Misal, 'Ahli Jas Pria dan Wanita', 'Ahli Jahit Pakaian Pengantin', 'Ahli Jahit Pakaian Tradisional', dan lain-lain.

Analisis Usaha

Berapa modal awal yang bisa dipakai untuk membuka jasa jahitan? Mari kita sama-sama mencoba menganalisisnya.

Modal Awal:             

Mesin jahit                                                  Rp.  500.000,00

Mesin obras                                                 Rp.  400.000,00

Jumlah                                                        Rp. 900.000,00

Peralatan mengalami penyusutan selama 4 tahun dan memiliki nilai residu sebesar Rp 1.000,00 dengan menggunakan metode penyusutan garis lurus. Biaya penyusutan per tahun = (Rp 900.000,00 - Rp 1.000,00) : 4 = Rp 224.750,00 per tahun atau sama dengan Rp 18.729,00 per bulan.

Perlengkapan:

Gunting khusus jahitan

Rp. 40.000,00

Penggaris khusus jahitan

Rp. 10.000,00

Benang obras

Rp. 25.000,00

Benang jahit

Rp. 20.000,00

Jarum jahit

Rp. 5.000,00

Jumlah

Rp. 100.000,00

Perhitungan Laba/Rugi per Bulan

Pendapatan (15 stel @ Rp 100.000,00)

Rp. 1.500.000,00

Biaya-biaya:

Rp. 100.000,00

Biaya perlengkapan

Rp. 30.000,00

Biaya transportasi

Rp. 100.000,00

Biaya listrik, air, dan telepon

Rp. 18.729,00

Biaya penyusutan peralatan

Rp. 20.000,00

Biaya lain-Lain

Rp. 268.729,00

Jumlah biaya

Rp. 1.231.271,00

Beberapa harga di atas diambil untuk harga produk termurah. Seperti mesin jahit, itu diambil harga yang paling murah (merek Butterfly). Memakai mesin jahit ini risikonya capek, berbeda dengan mesin jahit listrik. Namun, bisa disiasati dengan menambah dinamo, jadi tenaga kaki tidak sepenuhnya dikeluarkan, tetapi dibantu dinamo. Variasi harganya (bergantung merek dan fasilitas), misalnya mesin jahit listrik, bisa mencapai tiga juta rupiah, bahkan ada yang sampai Rp 6-7 juta. Begitu pun dengan mesin obras yang lebih mahal dari mesin jahit.

Bila dana kurang dari itu, mesin obras sementara bisa dihilangkan dari modal awal. Risikonya harus membawa bahan ke tempat obras. Tentu ini sedikit merepotkan dan mungkin menghambat penyelesaian pekerjaan.

Catatan: Analisa harga peralatan, perlengkapan, dan biaya-biaya lain wirausaha ataupun bisnis bisa berubah kapan saja seiring waktu, silahkan sesuaikan dengan analisa harga dan biaya-biaya lain di daerah anda.

Wirausahainfo.blogspot.com